Arus yang
kedua: suatu arus tirani yang terlahir dari
filosofi naturalis dan materialis yang secara
bertahap akan menjadi kuat dan menyebar pada akhir
zaman dengan sarana filosofi materialis, sehingga
mencapai tingkatan menolak Tuhan.1
Badiuzzaman menyatakan dengan
tegas bahwa Yesus (as) akan datang ke bumi pada
periode di mana kekafiran akan mendominasi bumi.
Seperti yang dinyatakan dalam kalimat-kalimat
Badiuzzaman berikut ini, pada kedatangannya yang
kedua ke bumi, Yesus (as) akan memerintah dengan
Al-Qur'an dan menghapuskan semua fanatisme
Kristiani. Bersatu dalam menentang kekafiran, kaum
Nasrani yang memeluk Islam dan umat Islam akan
menang atas ideologi kafir dengan bimbingan
Al-Qur'an. Ungkapan dalam Risalah an-Nuur yang
menerangkan adalah:
Pada saat itu,
ketika arus tersebut muncul dengan sangat kuatnya,
agama Nasrani yang benar, yang terdiri atas
kepribadian kolektif Isa (as), akan muncul. Ia
akan turun dari langit yang terus diberkati. Agama
Kristen yang ada sekarang akan dibersihkan di
depan realitas yang ada. Dia akan menghapuskan
semua takhayul dan distorsi serta menyatukan
kebenaran Islam. Kristen akan ditransformasikan
menjadi Islam. Sesuai dengan ajaran Islam, pribadi
kolektif Yesus akan menjadi pengikut Islam dan
Islamlah yang saat itu akan menjadi pemimpin.
Agama akan menjadi sebuah kekuatan yang mahadasyat
saat itu karena agama-agama telah menyatu dalam
Islam. Walaupun dikalahkan oleh ateisme yang ada
sekarang saat agama ini terpisah, Kristen dan
Islam akan memiliki kapabilitas untuk mengalahkan
dan menghancurkan ateisme berkat bergabungnya dua
agama itu. Dengan demikian, pribadi Yesus, yang
tampil dengan penampilannya sebagai manusia di
alam samawi, dia akan datang untuk memimpin agama
yang benar ini sebagaimana yang telah dijanjikan
oleh Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Pembawa
Berita Yang Hak (Allah) telah mengatakan itu. Jika
Dia telah menyebutkan itu, pastilah itu sebuah
kebenaran. Dan jika Yang Mahakuasa atas segala
sesuatu telah menjanjikan, Dia tidak akan pernah
menyalahi janji itu.2
Dalam semua diskripsinya
tentang kedatangan Yesus (as) yang kedua,
Badiuzzaman mengindikasikan bahwa Yesus (as) akan
menghapus seluruh sistem kaum kafir pada periode
itu. Lebih jauh, dia menambahkan bahwa Yesus (as)
akan mendapatkan dukungan yang besar dari kaum
muslimin. Dia akan bertindak sebagai seorang
muslimin dan shalat di belakang imam dari kalangan
kaum muslimi, bekerja sama dengan orang-orang yang
bertindak benar dari dunia Islam, dan akan
mengambil kepemimpinan dalam menyebarkan Al-Qur'an
dan ajaran-ajarannya, serta menghapuskan sistem
yang rusak yang sedang diterapkan oleh kaum kafir:
Hanya pengikut
Yesus yang sebenarnya yang akan membunuh
kepribadian kolektif raksasa materialisme dan
anti-agama yang akan dibentuk oleh Dajjal di mana Dajjal akan dibunuh oleh pedang Yesus
dan akan menghancurkan ide-idenya serta
kekafirannya yang semuanya sarat dengan dengan
ateisme. Hanya orang yang benar-benar Kristen yang
akan mampu mencampur esensi ajaran Kristen dengan
ajaran Islam dan akan mampu menghancurkan Dajjal
dengan kombinasi yang sangat kuat, sehingga mampu
membunuh Dajjal. Dalam sebuah hadits disebutkan,
'Yesus akan datang dan dia akan melakukan shalat
wajib di belakang al-Mahdi dan dia akan mengikuti
al-Mahdi,' maka sebutkan dengan singkat tentang
kesatuan ini, dan keagungan Al-Qur'an di mana dia
telah diikuti.3
-----------------------------------------------------------------------------
1. Said-i Nursi, The Letters,
The Fifteenth Letter, hlm.53
2. Said-i Nursi, The Letters,
The Fifteenth Letter, hlm.54
3. Said-i Nursi, The Rays, The
Fifth Ray, hlm.493
|