|
Kelahiran Yesus (as)
Sebagaimana yang dikenal luas, kelahiran merupakan
suatu proses yang menuntut banyak perawatan. Melahirkan seorang bayi
tanpa kehadiran seorang yang berpengalaman dan perawatan medis
adalah sesuatu yang sulit. Meskipun demikan, Maryam, yang melakukan
semuanya sendirian, telah berhasil melahirkan seorang bayi. Sebuah
ungkapan terima kasih atas kesetiaanya kepada Allah dan atas
keyakinannya kepada-Nya.
Ketika mengalami rasa sakit yang luar biasa, Allah
memberikan ilham dan instruksi pada setiap tahapnya. Dalam hal ini,
ia telah melahirkan anaknya tanpa kesukaran dan pada lingkungan yang
terbaik. Ini merupakan nikmat yang diberikan kepada Maryam:
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia
(bersandar) pada pohon kurma, dia berkata, "Aduhai, alangkah
baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak
berarti, lagi dilupakan."
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah,
"Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah
menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pangkal
pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah
kurma yang masak kepadamu.
Maka makan, minum dan bersenanghatilah kamu.
Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, 'Sesungguhnya
aku telah bernzar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku
tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari
ini." (Surat Maryam: 23-26)
KEMBALI
| SELANJUTNYA |